tentang kanker kolon


Kanker usus besar (kolon) adalah penyebab utama kedua kematian akibat kanker di Amerika Serikat dan menyumbangkan lebih dari 50.000 kematian setiap tahun. Pengangkatan polip yang mungkin berkembang menjadi kanker dapat mencegah kanker usus dan deteksi dini dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien. Kombinasi pencegahan dan kelangsungan hidup kanker ini melalui deteksi dini memberikan alasan yang kuat untuk mempromosikan skrining nasional.1
Di Indonesia, keganasan saluran cerna yang termasuk paling banyak dijumpai adalah kanker usus besar  (karsinoma kolorektal) dan  menempati urutan keenam dari penyakit keganasan. Secara global kanker saluran cerna banyak menyerang pasien berusia lanjut dan risiko terkena kanker ini akan meningkat hingga 25 persen pada yang minum lebih dari  30 gram alkohol/hari. Risiko terbesar  penyakit ini makin besar pada  kombinasi  minum alkohol dan kebiasaan tidak sehat lainnya, yaitu  merokok.2
Gejala kanker saluran cerna tidak spesifik, bahkan pada stadium dini sering kali hanya terasa tidak enak perut, mual, kembung, dan sering bersendawa. Gejala lain adalah nyeri ulu hati, muntah darah, penurunan berat badan, perdarahan saluran cerna dan anemia, serta sulit menelan. Karena gejala yang tidak khas ini menyebabkan penegakkan diagnosis sering terlambat. Biasanya gejala-gejala di atas makin sering menjadi keluhan utama manusia lanjut usia (manula) yang akhirnya pergi ke dokter untuk memeriksakan diri atas keluhan-keluhan tersebut. Inilah yang menjelaskan mengapa umur 60 tahun ke atas mempunyai proporsi penderita tumor/kanker saluran cera lebih banyak diban-dingkan dengan kelompok umur yang lebih muda.2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

luka lecet

Anestesi Lokal

demam berdarah dengue