demam berdarah dengue
Demam Dengue merupakan
penyakit demam akut
yang disebabkan oleh
virus genus Flavivirus famili Flaviviridae, mempunyai
4 jenis serotipe yaitu DEN-1, DEN-2,
DEN-3, DEN-4, dan ditularkan melalui
perantara nyamuk Aedes aegypti
atau Aedes albopictus. Dari
4 serotipe dengue
yang terdapat di Indonesia, DEN-3 merupakan serotipe yang dominan dan
banyak berhubungan dengan kasus berat, diikuti dengan serotipe DEN-21.
Penyakit
Dengue
Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam
Berdarah Dengue (DBD) ditemukan nyaris
di seluruh belahan dunia terutama di negara-negara tropik dan subtropik
baik sebagai penyakit endemik maupun
epidemik. Kejadian Luar Biasa (KLB) dengue biasanya
terjadi di daerah
endemik dan berkaitan
dengan datangnya musim penghujan1.
Sampai saat
ini infeksi virus
Dengue tetap menjadi
masalah kesehatan di Indonesia.
Indonesia dimasukkan dalam kategori “A” dalam stratifikasi DHF
oleh World Health Organization (WHO)
2001 yang mengindikasikan tingginya
angka perawatan rumah
sakit dan kematian akibat DHF,
khususnya pada anak.
Menurut data di
Depkes RI (2010), penyakit DHF di Indonesia pada tahun
2008 terdapat 137.469 kasus, 1.187 kasus
diantaranya meninggal, CFR (Case
Fatality Rate) sebesar
0,86%. Pada tahun 2009
terdapat 154.855 kasus,
1.384 kasus diantaranya meninggal, CFR sebesar
0,89% 2.
Gejala DBD
ditandai dengan manifestasi
klinis, yaitu demam tinggi, perdarahan terutama perdarahan
kulit, hepatomegali, dan kegagalan peredaran darah (circulatory failure). Selain itu terdapat kriteria laboratoris
yaitu trombositopeni dan
hemokonsentrasi (hematokrit meningkat). Pasien yang
terinfeksi virus dengue
akan terjadi respon
berupa sekresi mediator vasoaktif
yang berakibat peningkatan
permeabilitas pembuluh darah dan
perembesan cairan ke
ekstravaskuler (plasma leakege), yang ditandai dengan
peningkatan hematokrit. Hal ini
berpotensi mengakibatkan keadaan hipovolemia dan syok. Penyakit DHF yang tidak
segera mendapat perawatan
mencapai 50%, akan
tetapi angka kematian tersebut
dapat diminimalkan mencapai 5% bahkan bisa mencapai 3% atau lebih rendah lagi
dengan tindakan atau pengobatan cepat.3,4
Berdasarkan dari uraian latar belakang di
atas maka, pada portofolio ini akan lebih banyak dibahas mengenai DHF, sehingga dapat
memberikan informasi dan menambah pengetahuan yang benar kepada pasien,
keluarga, maupun masyarakat.
Komentar
Posting Komentar