Biasa :)
Ini adalah
beberapa kutipan yg saya ambil dari buku Habits Ust Felix Y Siauw
“ sama
seperti syahadat di waktu akhir hayat kita, Insya Allah kita semua
menginginkannya, maka kata-kata itu akan meluncur dengan mudah karena ketika
hidup, bibir kita senantiasa kita latih untuk terbiasa mengucapkan
kalimat-kalimat thayyibah, sehingga otomatis akan terucap tatkala kita sakratul
maut”
Nah,
bagaimana kalau kita sudah terbiasa mengucapkan kata-kata yang tidak baik?
Apakah kita
mau saat sakratul maut nanti kita melafalkan kata-kata yang buruk? NAUDZUBILLAH
Tapi, ada yang berkata “ah, kita kan masih
muda, wajarlah ngomong begitu”
Hey, ingat
kawanku, malaikat maut mencabut nyawa itu tidak mengenal umur, kematian
itu datangnya pada saat yang kita tidak duga.
Apakah ada
yang bangga ketika pada hari di mana jasad kita disemayamkan di rumah kita,
lalu keluarga kita berkata “ si A ini, saat sakratul maut dia mengucapkan
kata-kata buruk lo”? apakah ada yang bangga?
Maka,
hendaklah kita mulai menjaga lisan kita, agar terbiasa
untuk mengucapkan kalimat thayyibah agar nanti pada saat malaikat maut mencabut
nyawa kita, kita dapat melafalkan Syahadat, aamiin
Oiya kawan,
mengingat maut itu datangnya secara tiba-tiba dan kita tidak pernah tau kapan
maut akan menjemput kita, hendaknya kita selalu menutup aurat kita, kenapa? Apakah anda ingin pada saat anda meninggal
nanti aurat anda terlihat? Apakah anda tidak menyesal? Bukankah menutup aurat itu hukumnya wajib?
Oiya kawan, saya tidak
bermaksud menggurui kawan2 semua, saya hanya sekedar mengingatkan, jadi kalau
saya salah, mohon kawan2 menegur dan mengingatkan saya. Manusia tidak pernah tau kalau
dia salah ketika tidak ada yang memberitahunya.
-Huwaida-
Komentar
Posting Komentar