terapi gagal jantung
3.1.1
TUJUAN
MANAJEMEN TERAPI GAGAL JANTUNG KRONIS
Tujuan dalam mendiagnosa gagal jantung dan
memberi terapi dini tidak berbeda dengan kondisi kronis lainnya, yaitu
menurunkan mortalitas dan morbiditas. Karena angka kematian tahunan gagal
jantung sangatlah tinggi, penekanan pada end-point ini menjadi goal pada banyak
tujuan uji klinis. Walau demikian pada kebanyakan pasien, terutama orang tua,
kemampuan untuk hidup mandiri, terbebas dari gejala mengganggu yang tidak
nyaman, dan menhindari perawatan adalah tujuan yang seringkali seiring dengan
keinginan untuk meningkatkan usia harapan hidup. Upaya untuk mencegah timbulnya
gagal jantung atau progresinya tetap merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
managemen terapi. Banyak uji klinis acak gagal jantung mengevaluasi pasien
dengan disfungsi sistolik dengan LVEF 35-40%. Patokan LVEF <40% ini relatif arbitrary, dan terdapat bukti yang
terbatas bahwa gagal jantung dapat simtomatik pada antara LVEF 40-50%. 15
Dapat disimpulkan bahwa tujuan
pengobatan gagal jantung antara lain :
a)
Menurunkan
mortalitas
b)
Mempertahankan
/ meningkatkan kualitas hidup
c)
Mencegah
terjadinya kerusakan miokard, progresivitas kerusakan miokard,
remodelling miokard, timbulnya gejala-gejala gagal jantung dan akumulasi
cairan, dan perawatan di rumah sakit.
Penatalaksanaan
gagal jantung kronis yang dapat dipakai dapat dilihat pada skema tata laksana
gagal jantung kronik pada Gambar 5.

Komentar
Posting Komentar