Menghentikan Pengobatan Pada Epilepsi
Syarat
penghentian obat anti epilepsi:
12
1. Penghentian
OAE dapat didiskusikan dengan pasien atau keluarganya setelah minimal 2 tahun
bebas bangkitan
2.
Harus dilakukan secara bertahap, pada umumnya
25% dari dosis semula, setiap bulan dalam jangka waktu 3-6 bulan
3.
Bila digunakan lebih dari satu OAE, maka
penghentian dimulai dari satu OAE yang bukan utama
Keputusan untuk menghentikan pengobatan pada
epilepsy sama seperti memulai pengobatan. Pasien memiliki hak penuh untuk
mengambil keputusan. Penghentian penggunaan OAE dimulai ketika 2 sampai 5 tahun
bebas bangkitan kejang, dengan IQ normal dan EEG yang normal. Beberapa
penelitian mengemukakan bahwa penghentian OAE pada pasien yang memiliki EEG
abnormal dapat menimbulkan rekurensi.16
Alasan Penghentian OAE
Obat anti epilepsi menurunkan rangsangan
membran, meningatkan penghambatan postsinaptik, atau mengubah sinkronisasi
jaringan saraf untuk mengurangi rangsangan kejang. Efek samping yang umum dari
penurunan rangsangan membrane adalah memperlambat motorik dan perkembangan
psikomotor, kesulitan memperhatikan dan gangguan memori ringan, dan menimbulkan
efek teratogenik. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa pemakaian jangka panjang
OAE pada anak-anak menunjukkan efek terhadap perkembangan otak, seperti
gangguan kognitif dan kesulitan menerima pelajaran. Pemakaian menunjukkan efek
lebih kecil untuk penuruan IQ dibandingkan dengan fenobarbital. Pada pemakaian valproate
lebih kecil efeknya untuk penurunan memori dibandingkan dengan fenobarbital
atau carbamazepine.17
Berbagai penelitian mengenai pemakaian obat
antiepilepsi jangka panjang menunjukkan pengaruhnya terhadap densitas mineral
tulang, terutama pada wanita. Wanita yang mendapat pengobatan antiepilepsi
jangka panjang dengan dilantin cenderung mengalami penurunan densitas tulang
dua kali lebih besar dari wanita yang tidak mendapat obat. Obat-obat
antiepilepsi seperti fenitoin dan karbamazepin terbukti menurunkan kadar vitamin
D. Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan kerapuhan tulang akibat hipokalsemia,
hipofosfatemia dan hiperparatiroidisme sekunder.18
Bagaimana Bila Terjadi Rekurensi
Berikut ini adalah tabel faktor resiko
rekurensi kejang pada anak yang mengehentian penggunaan OAE setelah 2 tahun :19
|
Risk factor
|
Recurrence
risk (%)
|
|
Benign childhood epilepsy with centritemporal
spikes.
|
0
|
|
Childhood absence epilepsy
|
19
|
|
Overall risk including all risk factors
|
30
|
|
Any EEG abnormality
|
39
|
|
Idiopathic generalised epilepsy
|
40
|
|
Multiple seizure types in same patient
Remote symptomatic seizures
|
50
|
|
Over 14 years at presentation
|
70
|
Mengatasi rekurensi kejang pada epilepsi
adalah dengan meningkatkan dosis OAE sampai ke batas efektif maksimal.
Efektifitas didefinisikan sebagai ukuran meliputi kontrol kejang dan toleransi
terhadap obat. Jika pengobatan lini pertama tidak berhasil, maka dilanjutkan
dengan pengobatan lini kedua.20
untuk referensinya, silakan email yaa
Komentar
Posting Komentar