hormon estrogen dan osteoporosis


Hormon estrogen adalah hormon steroid seks dengan 18 atom C dan dibentuk terutama dari 17-ketosteroid androstenedion. Hormon estrogen adalah hormon seks yang diproduksi oleh rahim untuk merangsang pertumbuhan organ seks, seperti; payudara dan rambut pubik; mengatur siklus menstruasi (8).
Hormon Estrogen merupakan hormon steroid kelamin karena memiliki struktur kimia berintikan steroid dan secara fisiologik sebagian besar diproduksi oleh kelenjar endokrin sistem reproduksi. Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH (9).
Gambar 1. Struktur Estrogen (9)
Estrogen merupakan hormon seks steroid memegang peran yang sangat penting dalam metabolisme tulang, mempengaruhi aktivitas sel osteoblas maupun osteoklas, termasuk menjaga keseimbangan kerja dari kedua sel tersebut melalui pengaturan produksi faktor parakrin-parakrin utamanya oleh sel osteoblas. Seperti dikemukakan diatas bahwasanya sel osteoblas memiliki reseptor estrogen alpha dan betha (ERa dan ERb) di dalam sitosol. Dalam diferensiasinya sel osteoblas mengekspresikan reseptor betha (ERb) 10 kali lipat dari reseptor estrogen alpha (ERa) (10).
Jadi estrogen mempunyai efek terhadap sel osteoklas, bisa memberikan pengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung estrogen mempengaruhi proses deferensiasi, aktivasi, maupun apoptosi dari osteoklas. Dalam deferensiasi dan aktivasinya estrogen menekan ekspresi RANK-L, MCSF dari sel stroma osteoblas, dan mencegah terjadinya ikatan kompleks antara RANK-L dan RANK, dengan memproduksi reseptor OPG, yang berkompetisi dengan RANK. Begitu juga secara tidak langsung estrogen menghambat produksi sitokin-sitokin yang merangsang diferensiasi osteoklas seperti: IL-6, IL-1, TNF-a, IL-11 dan IL 7. Terhadap apoptosis sel osteoklas, secara tidak langsung estrogen merangsang osteoblas untuk memproduksi TGF-b, yang selanjutnya TGF-b ini menginduksi sel osteoklas untuk lebih cepat mengalami apoptosis (10).
Sedangkan efek langsung dari estrogen terhadap osteoklas adalah melalui reseptor estrogen pada sel osteoklas, yaitu menekan aktivasi c-Jun, sehingga mencegah terjadinya diferensiasi sel prekursor osteoklas dan menekan aktivasi sel osteoklas dewasa (10).
Penurunan  kadar estrogen pada saat menopause menyebabkan penurunan bone mineral density yang cepat dan meningkatkan risiko fraktur. Pada sepuluh  tahun terakhir telah diketahui efek dari estrogen terhadap penekanan produksi sitokin osteoklastogenik pada sel T dan osteoblast. Dalam hal ini, estrogen menginduksi apoptosis dari osteoklas. Hal ini dijelaskan pada gambar 2 (11).
Gambar 2.  Estrogen menginduksi apoptosis dari osteoklas (11)
Keterangan:
Estrogen meregulasi FasL dalam osteoblas untuk menginduksi apoptosis dalam osteoklas. (1) Estrogen mengikat untuk ERα dalam sitoplasma, yang mengarah ke lokalisasi inti sel ERα. (2) ERα mengikat enhancer 86 kilobases dan 326 kilobases hilir tersebut memulai transkripsi FasL . (3) Transkripsi dari FasL diinduksi, dan kemudian FasL (4) berikatan dengan reseptor Fas. Aktivasi ligan reseptor Fas mengarah ke (5) caspase 8 belahan dada dan apoptosis berikutnya dari pra-osteoklas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anestesi Lokal

demam berdarah dengue

terapi gagal jantung