gejala gagal jantung
ANAMNESA
Gejala kardinal gagal jantung adalah sesak nafas,
intoleransi saat aktivitas, dan lelah.1,5 Keluhan lelah secara
tradisional dianggap diakibatkan oleh rendahnya kardiak output pada gagal jantung, abnormalitas pada otot skeletal dan
komorbiditas non-kardiak lainnya seperti anemia dapat pula memberikan
kontribusi. Gagal jantung pada tahap awal, sesak hanya dialami saat pasien
beraktivitas berat, seiring dengan semakin beratnya gagal jantung, sesak
terjadi pada aktivitas yang semakin ringan dan akhirnya dialami pada saat
istirahat. Penyebab dari sesak ini kemungkinan besar multifaktorial, mekanisme
yang paling penting adalah kongesti paru, yang diakibatkan oleh akumulasi
cairan pada jaringan intertisial atau intraalveolar alveolus. Hal tersebut
mengakibatkan teraktivasinya reseptor juxtacapiler J yang menstimulasi
pernafasan pendek dan dangkal yang menjadi karakteristik cardiac dypnea. Faktor lain yang dapat memberikan kontribusi pada
timbulnya sesak antara lain adalah kompliance paru, meningkatnya tahanan jalan
nafas, kelelahan otot respiratoir dan diagfragma, dan anemia. Keluhan sesak
bisa jadi semakin berkurang dengan mulai timbulnya gagal jantung kanan dan
regurgitasi trikuspid.1
ORTHOPNU DAN PAROXYSMAL NOCTURNAL DYSPNEA
Ortopnu didefinisikan sebagai sesak nafas yang terjadi
pada saat tidur mendatar, dan biasanya merupakan menisfestasi lanjut dari gagal
jantung dibandingkan sesak saat aktivitas.1 Gejala ortopnu biasanya
menjadi lebih ringan dengan duduk atau dengan menggunakan bantal tambahan. Ortopnu
diakibatkan oleh redistribusi cairan dari sirkulasi splanchnic dan ekstrimitas
bawah kedalam sirkulasi sentral saat posisi tidur yang mengakibatkan
meningkatnya tekanan kapiler paru. Batuk-batuk pada malam hari adalah salah
satu manisfestasi proses ini, dan seringkali terlewatkan sebagai gejala gagal
jantung. Walau orthopnea merupakan gejala yang relatif spesifik untuk gagal
jantung, keluhan ini dapat pula dialami pada pasien paru dengan obesitas
abdomen atau ascites, dan pada pasien paru dengan mekanik kelainan paru yang
memberat pada posisi tidur.1
Paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) adalah episode akut sesak nafas dan batuk yang umumnya terjadi
pada malam hari dan membangunkan pasien dari tidurnya, biasanya terjadi 1
hingga 3 jam setelah pasien tertidur. Manisfestasi PND antara lain batuk atau
mengi, umumnya diakibatkan oleh meningkatnya tekanan pada arteri bronchialis
yang mengakibatkan kompresi jalan nafas,disertai edema pada intersitial paru
yang mengakibatkan meningkatnya resistensi jalan nafas. Keluhan orthopnea dapat
berkurang dengan duduk tegak pada sisi tempat tidur dengan kaki menggantung,
pada pasien dengan keluhan PND, keluhan batuk dan mengi yang menyertai
seringkali tidak menghilang, walau sudah mengambil posisi tersebut. Gejala PND
relatif spesifik untuk gagal jantung. Cardiac
Asthma(asma cardiale) berhubungan erat dengan timbulnya PND, yang ditandai
dengan timbulnya wheezing sekunder akibat bronchospasme, hal ini harus
dibedakan dengan asma primer dan penyebab pulmoner wheezing lainnya.5
EDEMA PULMONER
AKUT
Hal ini diakibatkan oleh transudasi
carian kedalam rongga alveolar sebagai akibat meningkatnya tekanan hidrostatik
kapiler paru secara akut sekunder akibat menurunnya fungsi jantung atau
meningkatnya volume intravaskular. Manisfestasi edema paru dapat berupa batuk
atau sesak yang progresif. Edema paru pada gagal jantung yang berat dapat
bermanifestasi sebagai sesak berat disertai dahak yang disertai darah. Jika
tidak diterapi secara cepat, edema pulmoner akut dapat mematikan.5
RESPIRASI CHEYNE
STOKES
Dikenal pula sebagai respirasi
periodik atau siklik, adalah temuan umum pada gagal jantung yang berat, dan
umumnya dihubungkan dengan kardiak output yang rendah. Respirasi cheyne-stokes
disebabkan oleh berkurangnya sensitifitas pusat respirasi terhadap kadar PCO2
arteri. Terdapat fase apnea, dimana PO2 arteri jatuh dan PCO2
arteri meningkat. Perubahan pada gas darah arteri ini menstimulasi pusat nafas
yang terdepresi dan mengakibatkan hiperventiasi dan hipokapni, yang diikuti
kembali dengan munculnya apnea. Respirasi cheyne-stokes dapat dicermati oleh
pasien atau keluarga pasien sebagai sesak nafas berat atau periode henti nafas
sesaat.5
Komentar
Posting Komentar