terapi karsinoma kolon
Terapi
bedah berdasarkan stadiumnya, dapat disimpulkan sebagai berikut:11
1. Stadium 0 :
1. Stadium 0 :
a.
Eksisi lokal atau polypectomy simple dengan pembersihan hingga ke garis tepi.
b.
Reseksi lokal pada lesi yang luas yang tidak dapat dilakukan dengan eksisi
lokal.
2.
StadiumI :
Pembedahan dengan reseksi luas
serta anastomosis
3.
StadiumII :
a) Pembedahan reseksi luas serta
anastomosis
b) Pembedahan lanjutan.
4.
StadiumIII :
Pembedahan reseksi luas serta
anastomosis, terutama pada pasien yang bukan kandidat dari clinical trials,
post operasi kemoterapi dengan fluouracil (5-FU)/leucovorin selama 6 bulan.
5.
StadiumIV :
1. Bedah reseksi/anastomosis atau
pembuatan jalan pintas pada obstruksi atau perdarahan pada lesi primer pada
kasus tertentu.
2. Bedah reseksi pada metastase yang
masih terisolasi (hati, paru, ovarium)
3. Kemoterapi
4. Evaluasi obat baru pada pemeriksaan
klinik dan terapi biologi
5. Terapi radiasi pada tumor primer
dengan perdarahan ringan, obstruksi atau nyeri. Terapi radiasi ringan dapat
juga ditujukan pada metastase lainnya dengan indikasi yang sama.
Radioterapi karsinoma kolorektaladalah
pelayanan radioterapi untuk karsinoma kolorektal menggunakan radiasi pengion
(Co.60), dan merupakan terapi komplemen untuk kasus-kasus yang masih pada
tingkat operable, dan merupakan pilihan utama untuk kasus-kasus inoperable
sebagai terapi paliatif untuk menjaga kualitas hidup pasien.11
Tujuan radioterapi adalah sebagai
terapi komplemen terhadap modalitas terapi bedah pada kasus stadium dini
dan paliatif untuk kasus stadium lanjut.Indikasi
dari radioterapi yaitu pada karsinoma kolorektal
stadium dini pasca bedah dan karsinoma
kolorektal stadium lanjut (inoperable).Kontraindikasi radioterapi adalah
keadaan pasien buruk.11
Tata
Laksana Radioterapi Pada Karsinoma Kolorektal
yaitu:11
1.
Radioterapi pada karsinoma kolon tidak dilakukan pasca bedah (hemicolectomy)
untuk kasus-kasus yang masih operable.
Untuk kelompok ini hanya diberikan sitostatika
tunggal 5-FU secara serial. Dimulai dengan loading dose selama 4 hari
berturut-turut sebanyak 500 mg / i.v. kemudian dilanjutkan dengan 500 mg / i.v.
pada hari ke 29, selanjutnya diberikan 500 mg / i.v. setiap minggu.Dilakukan
evaluasi kadar CEA setiap 3 bulan
2.
Stadium II (T3-4 N0 M0)
Dilakukan radioterapi eksternal
dengan dosis total 50 Gy. Dosis fraksinasi 2 Gy, 5 kali dalam 1 minggu, dengan
arah penyinaran depan – belakang whole pelvis atau multi-field disesuaikan
dengan distribusi dosis pada perhitungan menggunakan TPS. Dan diberikan
kemoterapi 5-FU secara concurrent.
3.
Stadium III (T1- 4 N1 M0) dan Stadium T1-2 N1 M0
Dilakukan radioterapi eksternal
dengan dosis total 50-60 Gy. Dosis fraksinasi 2 Gy, 5 kali dalam 1 minggu,
dengan penentuan arah penyinaran depan - belakang whole pelvis atau multi-field
disesuaikan dengan distribusi dosis pada perhitungan dengan menggunakan TPS.
Dan diberikan kemoterapi 5 -FU secara concurrent.
4.
Stadium T3-4 N1 M0
Dilakukan radioterapi eksternal
dengan dosis total 50-60 Gy. Dosis fraksinasi 2 Gy, 5 kali dalam 1 minggu,
dengan penentuan arah penyinaran sama dengan stadium T1-2 N1 M0. Diberikan
booster lapangan kecil (tumor bed) dengan dosis 10 Gy dan dosis fraksinasi 2
Gy.Diberikan juga kemoterapi (5-FU) secara concurrent.
5.
Stadium IV (T1-4 N1,2,4 M0-1) dan Stadium T1-4 N4 M0
Dilakukan radioterapi dengan metode
dan dosis sama dengan stadium T3-4 N1 M0 serta dikombinasikan dengan kemoterapi
(5-FU) secara concurrent.
6.
Stadium T1-4 N1,2,4 M1
Tidak
diberikan radioterapi, hanya dilakukan kemoterapi.
Komentar
Posting Komentar