ulkus kornea
Pembentukan parut akibat ulserasi
kornea adalah penyebab utama kebutaan dan ganguan penglihatan di seluruh dunia.
Kebanyakan gangguan penglihatan ini dapat dicegah, namun hanya bila diagnosis
penyebabnya ditetapkan secara dini dan diobati secara memadai.1
Ulkus kornea
adalah keadaan patologik kornea yang ditandai oleh adanya infiltrat supuratif
disertai defek kornea bergaung, diskontinuitas jaringan kornea dapat terjadi
dari epitel sampai stroma. Ulkus kornea yang luas memerlukan penanganan yang
tepat dan cepat untuk mencegah perluasan ulkus dan timbulnya komplikasi
berupa descematokel, perforasi, endoftalmitis, bahkan kebutaan. Ulkus kornea
yang sembuh akan menimbulkan kekeruhan kornea dan merupakan penyebab kebutaan
nomor dua di Indonesia.2
Ulkus kornea termasuk kasus kegawat daruratan pada penyakit mata. Dimana mata
terancam akan kehilangan fungsi penglihatan atau terjadi kebutaan bila tidak
dilakukan tindakan ataupun pengobatan secepatnya. Hal ini dapat diakibatkan
oleh penyakit atau kelainan mata dan trauma mata.Kebanyakan gangguan
penglihatan ini dapat dicegah, namun hanya bila diagnosis penyebabnya ditetapkan
secara dini dan diobati secara memadai. Sehingga penatalaksanaan yang tepat
akan dapat mengurangi komplikasi yang dapat ditimbulkan.1
Ulkus kornea adalah hilangnya
sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea, yang ditandai dengan
adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, dan diskontinuitas
jaringan kornea yang dapat terjadi dari epitel sampai stroma.3
III. Faktor Pencetus
Terjadinya ulkus kornea biasanya
didahului oleh faktor pencetus yaitu rusaknya sistem barier epitel kornea oleh
penyebab-penyebab seperti :4
a. Kelainan pada bulu
mata (trikiasis) dan sistem air mata (insufisiensi air mata, sumbatan saluran
lakrimal)
b. Oleh faktor-faktor
eksternal yaitu : luka pada kornea (erosi kornea) karena trauma, penggunaan
lensa kontak, luka bakar pada muka
c. Kelainan lokal pada
kornea:
-
Edema kornea kronik
-
Keratitis exposure (pada lagoftalmos, anestesi umum, koma)
-
Keratitis karena defisiensi vitamin A
-
Keratitis neuroparalitik
-
Keratitis superficialis virus
d. Kelainan sistemik
-
Malnutrisi
-
Alkoholisme
-
Sindrom Steven-Johnson
-
Sindrom defisiensi imun (AIDS, SLE)
e. Obat-obatan penurun
sistem imun
-
Kortikosteroid
-
Obat anestesi local
Komentar
Posting Komentar