media massa
Bencana
massal didefinisikan sebagai suatu peristiwa yang disebabkan oleh alam atau
karena ulah manusia, yang dapat terjadi secara tiba-tiba atau perlahan-lahan,
yang menyebabkan hilangnya jiwa manusia, kerusakan harta benda dan lingkungan,
serta melampaui kemampuan dan sumber daya masyarakat untuk menanggulanginya.
Umumnya korban yang hidup telah banyak dapat diatasi oleh tim medis, para medis
dan tim pendukung lainnya.1,2
Indonesia
merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 13.667 pulau dengan batas luasnya
sebesar 2.027.087 km2 mempunyai kurang lebih 129 gunung merapi. Secara geologis
Indonesia terletak di pertemuan di antara 3 plat tektonik utama (Eurasia,
Indo-Australia dan Mediterania) dan secara demografi terdiri dari
bermacam-macam etnik, agama, latar belakang sosial dan budaya, dimana keadaan
tersebut memberikan petunjuk bahwa Indonesia berisiko tinggi sebagai negara
yang rawan dari bencana alam terjadinya gempa bumi, Tsunami, longsor, banjir
maupun kecelakaan baik darat, laut maupun udara.1,2
Media
memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
Hal ini tergambarkan dalam salah satu fungsi media massa sebagai penyebar
informasi. Dengan mengandalkan kanal yang bisa langsung diakses
banyak orang, informasi yang diberikan media dapat langsung tersampaikan
kepada khalayak dalam waktu singkat. Lebih jauh dijelaskan, informasi
yang disampaikan media massa masih bersifat massal sehingga hanya dapat
meningkatkan pengetahuan. Dalam menyampaikan informasi, media massa
dari waktu ke waktu selalu berubah dan berkembang begitu cepat, hal
tersebut dilandasi karena pengetahuan akan informasi yang terjadi di
sekeliling masyarakat selalu menuntut segala peristiwa yang ada dapat diinformasikan.3,4
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi
Kecelakan
menurut kamus besar Bahasa Indonesia kecelakaan adalah kemalangan, bencana
kemudian kejadian atau pristiwa celaka, mendapat celaka. Sedangkan massal
menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah melibatkan banyak orang. Jadi,
kecelakaan massal adalah suatu kejadiaan atau peristiwa celaka (bencana) yang
melibatkan banyak orang.5
Media Massa adalah
sarana komunikasi massa dimana proses penyampaian pesan, gagasan, atau
informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak.6
B. Klasifikasi
Dalam
penggolongannya bencana massal dibedakan menjadi 2 tipe. Pertama, Natural Disaster, seperti Tsunami, gempa
bumi, banjir, tanah longsor dan sejenisnya. Sedangkan yang kedua, dikenal
sebagai ‘Man Made Disaster’ yang
dapat berupa kelalaian manusia itu sendiri seperti: kecelakaan udara, laut,
darat, kebakaran hutan dan sejenisnya serta akibat ulah manusia yang telah
direncanakannya seperti pada kasus terorisme.2,7
Media massa dapat diklasifikasikan kepada tiga
kategori:8
1.
Media Cetak –suratkabar/koran,
majalah, buku, newsletter,
2.
Media Elektronik
–televisi, radio, video, dan film.
3.
Media Online –Syber
Media, Media Internet, Media Berbasis Internet.
C. Karakteristik Media Massa
Sebuah
media bisa disebut media massa jika memiliki karakteristik tertentu.
Karakteristik Media massa menurut Cangara (2006) antara lain:8
1.
Bersifat melembaga,
artinya pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang, yakni mulai dari
pengumpulan,pengelolaan sampai pada penyajian informasi.
2.
Bersifat satu arah,
artinya komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara
pengirim dan penerima. Kalau pun terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya
memerlukan waktu dan tertunda.
3.
Meluas dan serempak,
artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak, karena ia memiliki
kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana informasi yang disampaikan
diterima oleh banyak orang dalam waktu yang sama.
4.
Memakai peralatan teknis
atau mekanis, seperti radio, televisi, surat kabar, dan semacamnya.
5.
Bersifat terbuka,
artinya pesannya dapat diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa mengenal
batas usia, jenis kelamin, dan suku bangsa
Menurut
Djafar H. Assegaf (1991), media massa memiliki lima ciri:6
1.
Komunikasi yang
terjadi dalam media massa bersifat searah di mana komunikan tidak dapat
memberikan tanggapan secara langsung kepada komunikatornya yang biasa disebut
dengan tanggapan yang tertunda (delay
feedback).
2.
Media massa menyajikan
rangkaian atau aneka pilihan materi yang luas, bervariasi. Ini menunjukka bahwa
pesan yang ada dalam media massa berisi rangkaian dan aneka pilihan materi yang
luas bagi khalayak atau para komunikannya.
3.
Media massa dapat
menjangkau sejumlah besar khalayak. Komunikan dalam media massa berjumlah besar
dan menyebar di mana-mana, serta tidak pernah bertemu dan berhubungan
secara personal.
4.
Media massa menyajikan
materi yang dapat mencapai tingkat intelek rata-rata. Pesan yang
disajikan dengan bahasa yang umum sehingga dapat dipahami oleh seluruh lapisan
intelektual baik komunikan dari kalangan bawah sampai kalangan atas.
5.
Media massa
diselenggrakan oleh lembaga masyarakat atau organisasi yang terstruktur.
Penyelenggara atau pengelola media massa adalah lembaga masyarakat/organisasi
yang teratur dan peka terhadap permasalahan kemasyarakatan.
D. Peran Media pada Kecelakaan/Bencana Massal
Pekerja media tentu
dapat menggunakan kebijakan personal dan institusionalnya dalam menyikapi
bencana yang terjadi, baik bencana yang tidak bisa diduga terjadinya (seperti
gempa bumi dan tanah longsor) maupun bencana yang bisa diikuti perkembangannya
dan dapat diperkirakan terjadinya (letusan gunung berapi dan kekeringan,
sebagai contoh). Inti dari keterlibatan media dan pekerja-pekerjanya terdapat
pada masalah pemberian informasi yang bersifat mengingatkan, pemberian
informasi yang berujud laporan dan perkembangan peristiwa dan tindakan atau
aksi langsung maupun tidak langsung dalam pemberian bantuan guna menyelamatkan
manusia, mengurangi jumlah korban, meringankan penderitaan korban serta
mengurangi kerugian lain yang bisa ditimbulkan. Bentuk-bentuk keterlibatan itu
bisa diterjemahkan dalam aneka format informasi dan berita yang disajikan
media, ragam forum bagi masyarakat untuk bersentuhan atau menjalin kontak
dengan korban bencana dan instansi-instansi resmi, serta tindakan-tindakan
heroik pekerja media yang berada di lokasi saat bencana terjadi.9
Reputasi media dan pekerjanya dalam
suatu bencana yang terjadi dapat dipandang dari dua sisi. Pertama, media dan
pekerja media mampu menghadirkan informasi yang dibutuhkan publik, meskipun
kebijakan redaksional dalam pewartaan bencana sesungguhnya dapat diarahkan ke
hal-hal yang lebih memperbesar atensi publik pada korban bencana. Kedua, media
berperan besar tak hanya dalam pewartaan bencana namun juga dalam aksi-aksi
langsung penanganan bencana. Gambaran yang diberikan setelah terjangan badai
Katrina dan Rita di Amerika Serikat, sebagai contoh, menunjukkan capaian luar
biasa new media dalam pengumpulan donasi untuk para korban. Sekitar 13 juta
orang Amerika atau sekitar 9% pengguna internet di negara itu terlibat aktif
dalam pengumpulan dana. Selain itu, sekitar 50% pemakai internet online untuk
mendapatkan berita dan informasi lain, sekitar 24% saling berkirim email dan
pesan dan 9% menggunakan internet untuk mengecek keselamatan saudara dan
sahabatnya.7 Sedangkan media konvensional dan para pekerjanya kerap digambarkan
berada dalam tim relawan untuk menyelamatkan korban bencana. Namun manajemen
untuk relawan-relawan spontan dari kalangan media ini perlu dilakukan agar
sinergi antara niat baik dan koordinasi bantuan dapat lebih meningkat hasilnya.
Harus diakui, pekerja-pekerja media pun tak luput dari akibat bencana itu sendiri.
Beberapa dari mereka dilaporkan ikut tewas atau hilang saat bencana terjadi dan
bahkan saat berada dalam proses penyelamatan.10
PENUTUP
Media
memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
Hal ini tergambarkan dalam salah satu fungsi media massa sebagai penyebar
informasi. Bencana massal didefinisikan sebagai suatu peristiwa yang disebabkan
oleh alam atau karena ulah manusia, yang dapat terjadi secara tiba-tiba atau
perlahan-lahan, yang menyebabkan hilangnya jiwa manusia, kerusakan harta benda
dan lingkungan, serta melampaui kemampuan dan sumber daya masyarakat untuk
menanggulanginya. Dalam penggolongannya bencana massal dibedakan menjadi 2
tipe. Pertama, Natural Disaster,
seperti Tsunami, gempa bumi, banjir, tanah longsor dan sejenisnya. Sedangkan
yang kedua, dikenal sebagai ‘Man Made
Disaster’ yang dapat berupa kelalaian manusia itu sendiri seperti:
kecelakaan udara, laut, darat, kebakaran hutan dan sejenisnya serta akibat ulah
manusia yang telah direncanakannya seperti pada kasus terorisme.
Inti dari keterlibatan media dan
pekerja-pekerjanya terdapat pada masalah pemberian informasi yang bersifat
mengingatkan, pemberian informasi yang berujud laporan dan perkembangan
peristiwa dan tindakan atau aksi langsung maupun tidak langsung dalam pemberian
bantuan guna menyelamatkan manusia, mengurangi jumlah korban, meringankan
penderitaan korban serta mengurangi kerugian lain yang bisa ditimbulkan.
Komentar
Posting Komentar