katarak kongenital


Katarak adalah perubahan lensa mata yang tadinya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh dan tak tembus cahaya sehingga cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina sehingga penderita tidak dapat melihat dengan jelas.1 
Katarak kongenital adalah kekeruhan pada lensa mata yang ditemukan pada bayi baru lahir. Katarak kongenital mungkin bisa disebabkan oleh : galaktosemia, sindroma kondrodisplasia, rubella kongenital, sindroma down (trisomi 21), trisomi 13, sindroma displasia ektodermal, sindroma marinesco-sjögren, dan lain-lain.1
Lensa yang keruh dapat terlihat tanpa bantuan alat khusus dan tampak sebagai warna keputihan pada pupil yang seharusnya berwarna hitam. Bayi gagal menunjukkan kesadaran visual terhadap lingkungan di sekitarnya dan kadang terdapat nistagmus (gerakan mata yang cepat dan tidak biasa.2
 Katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah kelahiran dan bayi yang berusia kurang dari satu tahun. 1 Sebuah katarak disebut kongenital bila ada saat lahir, atau dikenal juga sebagai “infantile cataract” jika berkembang pada usia 6 bulan setelah lahir
Katarak terbentuk saat protein didalam lensa menggumpal bersama-sama membentuk sebuah clouding atau bentuk yang menyerupai permukaan es. Ada banyak alasan yang menyebabkan katarak kongenital, yaitu antara lain:3,5
1.      Herediter (isolated – tanpa dihubungkan dengan kelainan mata atau sistemik) seperti autosomal dominant inheritance.
2.      Herediter yang dihubungkan dengan kelainan sistemik dan sindrom multisistem.
·         Kromosom seperti Down’s syndrome (trisomy 21), Turner’s syndrome.
·         Penyakit otot skelet atau kelainan otot seperti Stickler syndrome, Myotonic dystrophy.
·         Kelainan sistem saraf pusat seperti Norrie’s disease.
·         Kelainan ginjal seperti Lowe’s syndrome, Alport’s syndrome.
·         Kelainan mandibulo-facial seperti Nance-Horan cataract-dental syndrome.
·         Kelainan kulit seperti Congenital icthyosis, Incontinentia pigmenti
3.      Infeksi seperti toxoplasma, rubella(paling banyak), cytomegalovirus, herpes simplex, sifilis, poliomielitis, influenza, Epstein-Barr virus saat hamil
4.      Obat-obatan prenatal (intra-uterine) seperti kortikosteroid dan vitamin A
5.      Radiasi ion prenatal (intra-uterine) seperti x-rays,
6.      Kelainan metabolik seperti diabetes pada kehamilan,
7.      Tapi penyebab terbanyak pada kasus katarak adalah idiopatik, yaitu tidak diketahui penyebabnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anestesi Lokal

demam berdarah dengue

terapi gagal jantung