anatomi sinus paranasal

Manusia memiliki sekitar 12 rongga di sepanjang atap dan bagian lateral kavum nasi. Sinus – sinus ini membentuk rongga di dalam beberapa tulang wajah, dan diberi nama sesuai dengan tulang tersebut, yaitu sinus maksilaris, sinus sfenoidalis, sinus frontalis, dan sinus etmoidalis. Seluruh sinus dilapisi oleh epitel saluran pernafasan yang mengalami modifikasi, yang mampu mengkasilkan  mukus, dan bersilia. Sekret yang dihasilkan disalurkan ke dalam kavum nasi. Pada orang sehat, sinus terutama berisi udara.1
Description: D:\Yulia Hafni, Sked\otorhinolaryngology\sinusitis\sinusitis maksilaris kronis\Hasil Penelusuran Gambar oleh Google untuk http--www_cityallergy_com-images-Sinuscilia_jpg_files\SinusDisease_files\SinusAnatomy2.jpg            Secara embrionik, sinus paranasal berasal dari invaginasi mukosa rongga hidung dan perkembangannya dimulai dari fetus usia 3-4 bulan, kecuali sinus  sfenoid dan frontal. Sinus maksila dan sinus etmoid sudah ada saat bayi lahir, sedangkan sinus frontal berkembang dari sinus etmoid anterior pada anak yang berusia kurang lebih 8 tahun. Pneumatisasi sinus sfenoid dimulai pada usia 8-10 tahun dan berasal dari bagian superior rongga hidung. Sinus-sinus ini umumnya mencapai besar maksimal pada usia antara 15-18 tahun.2




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anestesi Lokal

demam berdarah dengue

terapi gagal jantung