gagal ginjal kronis
Chronic
kidney disease (CKD) adalah kerusakan ginjal (renal damage) yang
terjadi lebih dari 3 bulan, berupa kelaian structural atau fungsional, dengan
atau tanpa penurunan laju fitrasi glomerulus (LFG) , dengan manifestasi:
kelainan patologis, terdapat tanda kelainan ginjal, termasuk kelainan dalam
komposisi darah atau urin, atau dengan kelainan pada tes pencitraan (imaging
test), laju filtrasi glomerulus (LFG) kurang dari 60ml/menit/1,73m2 selama 3
bulan , dengan atau tanpa kerusakan ginjal. Gejala pada pasien ini sesuai
dengan penyakit yang mendasari yaitu hipertensi emergensi dan adanya gejala DM
seperti poliuri, polifagia, polidipsi, dan GDS yang meningkat.Pasien mengakui
memiliki riwayat penyakit ginjal sejak setahun yang lalu. Pada pemeriksaan
penunjang didapatkan nilai ureum 119 mg/dL dan kreatinin 6.7 mg/dL.
Adapun
klasifikasi pedoman KDOQI merekomendasikan perhitungan GFR dengan rumus
Cockroft-Goult sebagai berikut:
GFR(ml/menit/1,73m2) = (140-umur) x berat badan
72
x kreatinin serum (mg/dL)
|
Stadium
|
Deskripsi
|
GFR(ml/menit/1,73m2)
|
|
1
|
Kerusakan
ginjal dengan GFR normal atau meingkat
|
>=90
|
|
2
|
Kerusakan
ginjal dengan penurunan GFR ringan
|
60-89
|
|
3
|
Kerusakan
ginjal dengan penurunan GFR sedang
|
30-59
|
|
4
|
Kerusakan
ginjal dengan penurunan GFR berat
|
15-29
|
|
5
|
Gagal
ginjal
|
<15
atau dialisis
|
Pada pasien ini didapatkan hasil GFR
12,9 sehingga pasien tergolong CKD stage V. Adapun penatalaksanaan non
farmakologis yang diperlukan adalah diet garam 40-120 meq, rendah protein
(0.6-0.8 gr/kgBB/hari), tinggi kalori (35 kCal/kgBB/hari), diet rendah kalium,
dan koreksi penyakit yang mendasari.
Penatalaksanaan farmakologis adalah
asam folat 3x1, vit B12 3x1, aminoral 3x1 dan lakukan hemodialisis.
Komentar
Posting Komentar