polip nasi/ hidung
Polip
hidung adalah masa lunak yang mengandung banyak cairan di dalam rongga hidung,
berwarna putih keabu-abuan, yang terjadi akibat inflamasi mukosa. Polip dapat
timbul pada penderita laki-laki maupun perempuan, dari usia anak-anak sampai
usia lanjut. Dulu
diduga predisposisi timbulnya polip nasi ialah adanya rinitis alergi atau
penyakit atopi, akan tetapi banyak penelitian yang mengemukakan berbagai teori
dan para ahli sampai saat ini menyatakan bahwa etiologi polip nasi masih belum
diketahui dengan pasti.7
Polip nasi
merupakan kelainan mukosa hidung berupa massa lunak yang bertangkai, berbentuk
bulat atau lonjong, berwarna putih keabuan, dengan permukaan licin dan agak
bening karena mengandung banyak cairan. Polip nasi bukan merupakan penyakit
tersendiri tapi merupakan manifestasi klinik dari berbagai macam penyakit dan
sering dihubungkan dengan sinusitis, rhinitis alergi, fibrosis kistik dan asma.7
Menurut teori
Bernstein, terjadi perubahan mukosa hidung akibat peradangan atau aliran udara
yang berturbulensi, terutama di daerah sempit di kompleks ostiomeatal. Terjadi
prolaps submukosa yang diikuti oleh reepitelisasi dan pembentukan kelenjar
baru. Juga terjadi peningkatan penyerapan natrium oleh permukaan sel epitel
yang berakibat retensi air sehingga terbentuk polip.7
Gejala
utama yang ditimbulkan oleh polip hidung adalah rasa sumbatan di hidung.
Sumbatan ini tidak hilang – timbul dan makin lama semakin berat keluhannya.
Pada sumbatan yang hebat dapat menyebabkan gejala hiposmia atau anosmia. Bila
polip ini menyumbat sinus paranasal, maka sebagai komplikasinya akan terjadi
sinusitis dengan keluhan nyeri kepala dan rinore. Bila penyebabnya adalah
alergi, maka gejala yang utama ialah bersin dan iritasi di hidung.7
Tujuan utama pengobatan pada
kasus polip nasi ialah a). Menghilangkan keluhan-keluhan, b). Mencegah
komplikasi, c). Mencegah rekurensi polip. Pemberian kortikosteroid untuk
menghilangkan polip nasi disebut juga polipektomi medikamentosa. Dapat
diberikan sistemik atau topical. Kasus polip yang tidak membaik dengan terapi
medikamentosa atau polip yang sangat massif dipertimbangkan untuk terapi bedah.
Dapat dilakukan ekstraksi polip (polipektomi)
menggunakan senar polip atau cunam dengan analgesi local, etmoidektomi
ekstranasal untuk polip etmoid, operasi Caldwell-Luc untuk sinus maksila.7
Komentar
Posting Komentar