hipertensi emergensi

Hipertensi emergensi adalah peningkatan tekanan darah berat (>180/120 mmHg) dengan komplikasi disfungsi organ target yang akan terjadi atau bersifat progresif. Perlu dilakukan penurunan tekanan darah secara segera (tidak perlu mencapai nilai normal) untuk mencegah atau membatasi kerusakan organ target. Pada pasien didapatkan keluhan sakit kepala 3 hari sebelum masuk rumah sakit,  tekanan darah yang meningkat, yaitu 230/140 mmHg, memiliki riwayat darah tinggi.
            Pasien dengan hipertensi emergensi harus dirawat di ICU dengan tekanan darah yang selalu diperhatikan. Terapi antihipertensi parenteral harus diberikan secara langsung tanpa menunggu. Disarankan sebaiknya penurunan mean arterial pressure tidak lebih dari 20-25% untuk mencapai takanan darah 160/100 mmHg dalam dua sampai enam jam atau penurunan tekanan darah diastolic 10%-15% atau hingga mencapai 100-110 mmHg dalam 30 – 60 menit. Penurunan tekanan darah yang lebih cepat harus dihindari karena dapat menyebabkan hipoperfusi dari organ vital yang dapat menyebabkan iskemia dan infark yang memperburuk keadaan.

            Penggunaan sodium nitroprusside merupakan vasodilator adekuat baik arterial maupun venous. Secara i.v mempunyai onset of action yan cepat yaitu: 1-6 ug/kg/menit. Peroral dapat diberikan diovan 1x16 mg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anestesi Lokal

demam berdarah dengue

terapi gagal jantung