katarak kongenital

Katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari satu tahun. Katarak kerap disebut – sebut sebagai penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Bahkan, mengacu pada data World Health Organization (WHO), katarak menyumbang sekitar 48% kasus kebutaan di dunia. Katarak kongenital terjadi kira – kira 1,2 – 6 :10.000 dari kelahiran hidup.
            Penyebab katarak kongenital bisa bermacam – macam. Sebagian katarak bersifat idiopatik atau herediter. Dalam hal ini bisa dikaitkan dengan kelainan kromosom, misalnya sindrom down, sindrom lowe, dan sindrom infeksi toksoplasma dan rubella kelainan metabolik seperti galaktosemia, hipoglikemia, dan kondisi anoreksia juga dapat menimbulkan katarak.
            Katarak kongenital terdiri dari beberapa jenis yaitu, katarak polaris anterior, katarak polaris posterior, katarak zonularis, katarak membranasea, katarak totalis. Hilangnya penglihatan tanpa rasa nyeri, rasa silau, kelainan refraksi, merupakan gejala – gejala katarak yang sering kali timbul. Diagnosis banding dari katarak kongenital adalah lentikonus dan retinoblastoma.
            Terapi pada katarak kongenital sudah dapat dilakukan pembedahan pada usia 2 bulan pada satu mata. Paling lambat mata yang lainnya sudah dilakukan pembedahan bila bayi berusia 2 tahun, pada katarak total sebaiknya operasi dilakukan pada waktu bayi berusia 7 bulan sebab operasi pada usia yang lebih tua akan menyebabkan penurunan kemampuan penglihatan atau ambliopia.

            Prognosis penglihatan untuk pasien pada katarak anak – anak yang memerlukan pembedahan tidak sebaik prognosis untuk pasien katarak senilis. Adanya mbliopia dan kadang – kadang anomali saraf optikus atau retina membatasi tingkat pencapaian penglihatan pada kelompok pasien ini. Prognosis untuk perbaikan ketajaman penglihatan setelah operasi paling buruk pada katarak kongenital unilateral dan paling baik pada katarak kongenital bilateral inkomplit yang progresif lambat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anestesi Lokal

demam berdarah dengue

terapi gagal jantung